Bouldering
Perbedaan dan Persamaan antara Bouldering dan Sport Climbing
Dua bentuk pemanjatan yang paling populer dan menjelaskan berbagai perbedaan antara bouldering dan sport climbing.
Bagi mereka yang baru mengenal dunia panjat tebing, memutuskan jenis mana yang akan dicoba mungkin menjadi tantangan pertama Anda. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan antara bentuk-bentuk yang paling populer, yaitu bouldering dan sport climbing. Keduanya bisa sangat menyenangkan, namun membutuhkan keterampilan yang berbeda dan mengenai kelompok otot yang berbeda.
Kedua bentuk pemanjatan ini sama-sama melibatkan penskalaan medan vertikal, tetapi bagaimana pendakian itu dicapai itulah yang membuat perbedaan.
01
Sport Climbing
Sport climbing dilakukan di dinding buatan dan di bebatuan. Hal ini dilakukan dengan tali dan tali pengaman di dinding dengan jangkar permanen, yang dikenal sebagai pelat. Pemanjatan ini juga dilakukan secara berpasangan karena Anda membutuhkan pemanjat dan penolong. Belayer adalah seseorang yang mengendalikan tali pengaman untuk pemanjat dan dapat diandalkan untuk menangkap pemanjat yang terjatuh setiap kali dibutuhkan.
Jangkar dinding telah ditempatkan secara strategis di sepanjang rute dan memungkinkan pemanjat untuk menambatkan diri saat mereka naik, selalu menjamin keselamatan pemanjat. Setelah pemanjat mencapai sebuah pelat, mereka mengamankan tali ke pelat tersebut dengan menggunakan carabiner. Saat pemanjat maju di sepanjang rute, mereka melepaskan tali dari pelat sebelumnya dan mengikatnya ke pelat berikutnya saat mereka melanjutkan pendakian. Ketika dilakukan dalam kompetisi, sport climbing disebut lead climbing. Red Bull Dual Ascent adalah contoh yang bagus dari kompetisi sport climbing.
27 min
Elite climbers compete at Verzasca Dam
Look back at the best bits as 24 of the world’s best climbers go head to head at Red Bull Dual Ascent 2023.
Karakteristik sport climbing:
- Jangkar permanen (pelat).
- Penggunaan tali dan karabiner untuk menambatkan diri saat memanjat.
- Menggabungkan kekuatan, daya tahan dan keterampilan teknis.
- Rute bervariasi dalam tingkat kesulitan dan panjangnya, menguji ketahanan fisik dan mental pemanjat.
- Rute dinilai menggunakan sistem penilaian yang berbeda-beda di setiap negara atau wilayah.
02
Bouldering
Bouldering (juga disebut block climbing) dilakukan pada bentangan pendek permukaan batu atau dinding kecil, tanpa menggunakan tali, tali pengaman, atau alat penambat. Ini adalah jenis panjat tebing yang berfokus pada pemecahan masalah (atau batu-batu besar) yang membutuhkan kekuatan, teknik, dan ketangkasan. Tidak seperti sport climbing, di mana pemanjat menghadapi rute yang lebih panjang dan terus menerus, dalam bouldering, tujuannya adalah untuk menyelesaikan gerakan spesifik pada bentangan dinding setinggi enam meter.
Dalam bouldering, pemanjat bergerak dalam pendakian dan gerakan horizontal (melintasi), dengan kesulitan ekstrim yang berlaku selama rute yang sangat pendek, yang membuat jatuh cukup umum terjadi. Namun, karena rendahnya ketinggian bagian tersebut, risiko cedera serius menjadi rendah.
Meskipun demikian, sebagai perlindungan, alas portabel yang disebut crash pad umumnya digunakan untuk meredam kemungkinan jatuh. Dengan demikian, saat pemanjat memanjat dinding, rekan lainnya (disebut porter) berjaga di bawah dinding untuk menjaga atlet jika terjatuh.
"Dalam bouldering, yang terpenting adalah kekuatan dan teknik," kata Spain's number one men's sport climber, Alberto Ginés Lopez.
Karakteristik bouldering:
- Olahraga ini cenderung dilakukan di bagian dinding batu yang pendektanpa tali atau tali pengaman.
- Bagian dinding biasanya tidak melebihi enam meter.
- Tujuannya difokuskan pada pemecahan masalah atau batu-batu besar, umumnya dalam satu gerakan.
- Ini membutuhkan gerakan yang eksplosif, kekuatan dan kelincahan maksimum.
- Matras portabel digunakan sebagai pelindung untuk meredam kemungkinan jatuh.
Perbedaan antara panjat tebing dan bouldering
Sport climbing
Bouldering
Movements
Sustained and constant
Explosive and fast
Routes
Longer with permanent anchorages
Short stretches without ropes
Technique
Mastery of different climbing styles
Focus on grip and precise movements
Force
Strain on the forearm flexors
Grip strength
03
Saya ingin mencobanya. Apa yang saya butuhkan?
Seperti dalam olahraga apa pun, memiliki peralatan yang tepat sangat penting untuk memulai panjat tebing. Untuk mengambil langkah pertama, tempat terbaik untuk memulai adalah melalui klub panjat tebing karena mereka akan memiliki akses mudah ke beberapa alat keselamatan dasar seperti tali, tali pengaman, helm, dan bubuk magnesium.
Anda juga disarankan untuk berinvestasi pada sepatu panjat yang sesuai. Sepatu ini tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran sehingga pilihannya akan tergantung pada gaya memanjat dan bentuk kaki. Mengenai ukurannya, umumnya, ukuran sepatu pendakian Anda lebih kecil dari ukuran sepatu jalan biasa untuk mendapatkan pijakan yang lebih baik.
Untuk pakaian, sebaiknya tidak masuk ke dalam tali sehingga Anda tidak menginginkan sesuatu yang terlalu longgar. Pakaian tersebut harus lega, menyerap keringat dan cepat kering untuk menjaga kehangatan dan kenyamanan saat mendaki. Sebaiknya Anda juga membawa baju ganti jika Anda mendaki di luar karena cuaca bisa berubah dengan cepat.