Hannah Schmitz, Red Bull Racing Senior Strategy Engineer melihat dari dinding pit selama latihan untuk Grand Prix F1 Belgia di Circuit de Spa-Francorchamps pada 28 Agustus 2020 di Spa, Belgia.
© Mark Thompson/Getty Images/Red Bull Content Pool
F1

Ahli Strategi yang Menuntun Verstappen and Pérez Menuju Kemenangan

Hannah Schmitz seorang ahli strategi yang membuat timnya meraih kemenangan Oracle Red Bull Racing melalui keputusannya yang tepat.
Ditulis oleh
4 min readPublished on
Sejumlah keputusan dapat mengubah hasil FIA Formula One World Championship, hal tersebutlah yang sedang dilakukan oleh Hannah Schmitz ahli strategi Oracle Red Bull Racing. Selama pertandingan, dia harus tetap fokus dan melakukan penghitungan dengan tepat.
Sebagai ahli strategi, Schmitz beserta timnya perlu menghitung dan menganalisis miliaran data untuk mensimulasikan skenario apa yang akan diperlukan untuk mencapai titik kemenangan.
Mudah beradaptasi dan cepat beraksi dalam menyusun strategi merupakan bagian dari perkerjaan Hannah yang tentunya memberikan tekanan paling besar, tetapi juga paling memacu adrenalin.
Schmitz berkata: “Saya pikir ini sangat menarik ketika kita duduk di tepian kursi menantikan hasil dari keputusan yang kita buat dalam sepersekian detik.”
“Memiliki waktu 20 detik mungkin terdengar sangat singkat, namun dalam perlombaan, ketika kita mengetahui bahwa keputusan yang kita buat merupakan pilihan yang tepat, rasanya sungguh luar biasa”
Formula One saat ini memiliki teknologi mutakhir sehingga hasil dapat diketahui dalam milidetik, yang artinya setiap pilihan sangat menentukan kemenangan atau kekalahan.
Mengambil keputusan merupakan momen yang sangat krusial karena semuanya harus diperhitungkan dengan tepat, mulai dari kapan dan berapa kali menghampiri pit, jenis ban apa yang digunakan hingga kapan pengemudi harus menambah, mengurangi atau mempertahankan kecepatan.
Quotation
Duduk di tepian kursi menantikan hasil dari keputusan yang kita buat dalam sepersekian detik
Hannah Schmitz
Belum ada penelitian yang seutuhnya dapat memprediksi apa saja yang akan terjadi dalam perlombaan yang dipenuhi dengan kejadian tak terduga seperti penalti, perubahan cuaca hingga kecelakaan.
Ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan kosentrasi maksimum setiap saat. “Menurut saya tetap tenang adalah salah satu skill terpenting dari seorang ahli strategi,” kata Schmitz.
“Seseorang pernah mengatakan kepada saya jika kita membalikan telapak tangan saat berbicara, maka kita dapat menyampaikan instruksi dengan lebih jelas.”
Pada pagi hari yang cerah, Schmitz akan melakukan sesi diskusi dengan Adrian Newey dan Christian Horner untuk mempertimbangkan strategi balapan.
Panel kontrol di dalam ruang operasi AT&T Red Bull Racing di Milton Keynes.

Mengintip pusat saraf Red Bull Racing

© Red Bull

Semua rencana tersebut bergantung pada posisi saat di pit dan fasilitas Operations Room di Milton Keynes yang selalu berubah-ubah karena diatur oleh Will Courtenay, ketua tim strategi.
Semuanya memiliki tujuan yang sama walaupun ditempatkan dimana saja, namun perannya tentu berbeda. Jika ditempatkan pada dinding pit, artinya berperan untuk tetap berpikir jernih dan melihat gambaran yang lebih besar cara untuk memenangkan perlombaan.
Quotation
Sebagai ahli strategi, kita harus memberi tahu apa yang perlu dilakukan dan mereka harus mendengarkan kita
Hannah Schmitz
Di Operations Room, tim ahli strategi melakukan perhitungan dan simulasi langsung yang kemudian semua datanya diberikan ke anggota tim yang berada di dinding pit agar mereka dapat membuat keputusan optimal bersama para race engineer.
Seperti yang diungkapkan Schmitz, timnya mengaplikasikan ruangan bergaya NASA. “Kami dapat mendengarkan radio setiap anggota tim, kami dapat menonton rekaman on-board setiap anggota tim, kami dapat melihat semua angka secara detail dan memasukkannya ke dinding pit dalam hitungan detik. Ini seperti berada di ruangan yang sama karena tidak ada delay.”
Rute yang dipilih oleh Schmitz ini merupakan awal perjalanannya untuk menuju ke pekerjaan impiannya.
Bahkan ketika masih balita, ia sudah tertarik dengan mobil dan cara kerjanya yang kemudian memberikannya ambisi untuk melanjutkan pendidikan dengan jurusan teknik. Dia kemudian berkuliah di Cambridge University dan meraih gelar masternya di bidang teknik mesin yang membawanya bergabung dengan Red Bull Racing pada tahun 2009 sebagai anak magang.
Butuh waktu yang cukup lama baginya untuk membangun kepercayaan diri yang dibutuhkan. Maka dari itu, dia berharap agar wanita masa depan yang mengikuti jejak karirnya tidak bernasib sama seperti dirinya.
“Saya rasa ada banyak orang yang mungkin pada awalnya tidak memercayakan kita untuk melakukan pekerjaannya,” kata Schmitz.
“Sebagai ahli strategi, kita harus memberi tahu apa yang perlu dilakukan dan mereka harus mendengarkan kita. Menurut saya, membangun kepercayaan pada seorang wanita memang sulit, namun itu bukan hal yang mustahil karena kini saya telah memilikinya. Maka dari itu, saya berharap agar wanita di masa depan dapat melakukannya sebagaimana saya melakukannya.”
Para penggemar F1 dapat dengan mudah mengenali wajah Hannah Schmitz karena ia menjadi sorotan di seluruh dunia saat Grand Prix Brasil pada 2019, ketika dia membuat panggilan pit Verstappen untuk ketiga kalinya meskipun tahu itu akan membuatnya mengalami kekalahan.
Ketika langkah tersebut membawakan kemenangan bagi pelatih asal Belanda itu, Schmitz diminta naik podium bersama Verstappen untuk mengangkat piala Constructors.
“Itu adalah momen yang sangat spesial dan merupakan puncak karir saya,” ungkapnya. “Momen itu menjadi hal yang cukup besar karena saya dapat membuktikan bahwa saya masih bisa melakukan pekerjaan dengan sangat baik walaupun saya baru saja kembali bekerja setelah melahirkan anak pertama.”
Red Bull Racing Senior Strategy Engineer, Hannah Schmitz merayakan di podium selama Grand Prix F1 Brasil di Autodromo Jose Carlos Pace pada 17 November 2019 di São Paulo, Brasil.

Schmitz mengambil bagian yang layak dari pusat perhatian di Brasil

© Charles Coates/Getty Images/Red Bull Content Pool

Selama 13 tahun bersama tim, Hannah telah bekerja dengan banyak pebalap dalam sejarah tim dan saat ini dia menikmati kolaborasi dengan Pérez dan Verstappen yang sama-sama terlibat penuh dalam menyusun strategi.
Akhir pekan ini, duo pemenang balapan menuju ke Baku di Azerbaijan bersama tim yang ingin mempertahankan kemenangan mereka di kejuaraan.
Ini merupakan track yang bersejarah bagi mereka karena telah membawa Pérez memenangkan kejuaraan pertamanya dengan warna barunya di sirkuit jalanan saat musim lalu.
Schmitz akan berada di Operations Room menyempurnakan strategi yang telah disiapkan bahkan sebelum hari berganti di Monaco. Dengan keberadaan Hannah Schmitz dan timnya, Oracle Red Bull Racing akan memiliki semua informasi yang dibutuhkan untuk membawa mereka menuju pintu kemenangan.