A woman on the ski erg: When pressure rises, your mind can work with you or against you.
© Leo Francis/Red Bull Content Pool
Fitness Training

Cara ubah kecemasan jadi energi: langkah sederhana yang perlu Anda ketahui

Merasa gugup sebelum tampil? Pakar pelatihan mental Kate O'Keeffe menjelaskan cara mengubah kecemasan menjadi bahan bakar dengan menggunakan visualisasi, pengaturan napas dan self-talk.
Ditulis oleh
3 min readPublished on

Read this and other beyond the ordinary articles in The Red Bulletin Magazine.

See more
"Pelatihan mental dulu mendapat stigma. Sekarang ini memainkan peran kunci," kata Kate O'Keeffe. Ia bekerja sebagai ahli pelatihan mental di Red Bull Athlete Performance Center (APC) - sebuah fasilitas berkinerja tinggi di Thalgau, dekat Salzburg. O'Keeffe mendukung para atlet kelas dunia yang menghadapi tekanan besar, di mana bahkan kesalahan sekecil apa pun dapat mengubah segalanya. Dan meskipun sebagian besar dari kita tidak mengemudikan mobil balap melalui tikungan yang sempit atau meluncur di lintasan sepeda gunung, kita tahu bagaimana rasanya gugup sebelum balapan, acara, atau bahkan sesi latihan yang sulit.
Japanese ski jumper Ryōyū Kobayashi seen focused at the top of the ski jumping hill.

Ryōyū Kobayashi prepares to fly to a new ski jump record

© Joerg Mitter/Red Bull Content Pool

Alat yang sama yang membantu para atlet elit untuk tetap fokus di bawah tekanan yang ekstrem dapat membantu kita semua untuk tampil lebih baik saat menghadapi masalah, entah itu HYROX pertama Anda, lari 10K lokal, atau hanya untuk menenangkan diri di hari yang penuh tekanan.

Dengan cara apa latihan mental meningkatkan performa seorang atlet?

Pakar pelatihan mental Kate O'Keeffe: Latihan mental dan latihan fisik berjalan beriringan. Teknik-teknik seperti visualisasi, bicara pada diri sendiri, pernapasan yang penuh kesadaran dan istirahat mental yang disengaja meningkatkan konsentrasi, mengurangi stres dan mendorong pemulihan, membantu atlet untuk memberikan yang terbaik dari diri mereka sendiri.

New Zealand's pro alpine skier Alice Robinson training in the weight room.

Alpine skier Alice Robinson refocusing before the next set

© Miles Holden/Red Bull Content Pool

Bagaimana disiplin Anda berubah selama bertahun-tahun?

Psikologi olahraga dulunya berfokus pada tindakan yang terisolasi dan sering kali distigmatisasi sebagai sesuatu yang hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang 'berpikiran lemah'. Saat ini, penelitian dan penerapan praktis telah mengubah pelatihan mental menjadi disiplin yang diakui sebagai kunci untuk meningkatkan performa.

Bagaimana seorang ahli pelatihan mental membantu para atlet untuk pulih dari cedera?

Cedera sering kali disertai rasa takut, cemas, dan menurunnya motivasi. Pemulihan didasarkan pada paparan bertahap, memantau kemajuan dan menemukan kembali rasa aman dalam gerakan. Rasa takut itu wajar, tetapi jika disalurkan dengan benar, rasa takut dapat berubah dari hambatan menjadi alat bantu.

Olahraga musim dingin pada dasarnya penuh tekanan. Bagaimana para atlet mengatasi ketegangan?

Teknik-teknik membumi membantu para atlet untuk terhubung kembali dengan momen saat ini dan mengambil kembali kendali dalam sepersekian detik. Pernapasan yang penuh kesadaran, bicara pada diri sendiri, dan gerakan pengaturan ulang yang sederhana - napas, kata - membantu para atlet mempertahankan konsentrasi dan segera pulih dari kesalahan.

Apa peran rutinitas atau ritual mental dalam performa mereka?

Kebiasaan kecil yang diulang-ulang mengirimkan sinyal ke otak bahwa inilah saatnya untuk bertindak. Sebagai contoh, seorang pemain papan seluncur salju mungkin memvisualisasikan lompatan pertama mereka, atau seorang atlet biathlon mungkin mengulangi pola pernapasan sebelum melepaskan tembakan. Ritual-ritual ini menciptakan rasa kepastian dan membantu meningkatkan kendali atlet atas emosi mereka.

US pro snowboarder Maddie Mastro performs at the Laax Open in Laax, Switzerland on January 17, 2025.

Pro snowboarder Maddie Mastro soars at the Laax Open event

© Ondrej Kolacek/Red Bull Content Pool

Dapatkah Anda berbagi latihan mental sederhana untuk mengelola stres atau meningkatkan konsentrasi?

Cobalah 'desahan fisiologis': Fokus pada pernapasan Anda. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung. Tahan sejenak, lalu tarik napas lagi secara singkat untuk memaksimalkan jumlah udara di paru-paru Anda. Hembuskan napas secara perlahan melalui mulut Anda. Ulangi ini dua atau tiga kali. Latihan singkat ini mengurangi stres, menurunkan detak jantung dan memfokuskan kembali perhatian. Latihan ini berguna dalam olahraga dan juga kehidupan sehari-hari.

Merasa stres? Ikuti latihan mental sederhana yang disetujui oleh para ahli ini

Pakar pelatihan mental Kate O'Keeffe menyarankan untuk mencoba "desahan fisiologis" untuk mengelola stres.
  • Fokuslah pada pernapasan Anda.
  • Tarik napas dalam-dalam melalui hidung.
  • Tahan sejenak, lalu tarik napas lagi secara singkat untuk memaksimalkan jumlah udara dalam paru-paru Anda.
  • Hembuskan napas secara perlahan melalui mulut. Ulangi ini dua atau tiga kali. Latihan singkat ini mengurangi stres, menurunkan detak jantung dan memfokuskan kembali perhatian. Latihan ini berguna dalam olahraga dan juga dalam kehidupan sehari-hari.